Breaking News
domino 99
bandarq online bandar sakong
bandar poker
agen sbobet
bandar poker
DiskonQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Ngentot Janda Cindy

Ahhhhh perasaan yang sangat mengenakan dan memuaskan setelah aqu dan mbak Cindy bermain di jog mobil, saat itu keadaan kami masih telanjang bulat , kita pun senyum puas mbak Cindy menyandarkan kepalanya di dadaqu, sambil mengelus ngelus pipiku entah itu tanda terimakasih atau kode untuk meminta jatah lagi.

Sambil membersihkan cairan yang belepotan berhamburan di perut Mbak Cindy memakai celana dalamnya lagi sambil terus menggoda diriku hingga barangku juga berdiri lagi,

“Mbak. Jangan digoda lagi lho, kalau ngamuk lagi gimana..?” kataqu bercanda.

“Coba aja kalau berani, siapa taqut..!” jawabnya sambil menirukan iklan di TV. Sesudah membersihkan kemaluanku, dia juga membersihkan kemaluannya dengan tissue.

Sementara aqu juga merapihkan kembali celana aqu. Dia menyisir rambutnya, dan merapikan kembali riasan wajahnya, sambil melirik dan tersenyum ke aqu penuh bahagia.

“Mbak.., besok tetap lho ya jam sepuluh pagi. ” aqu mengingatkan.

what image shows

“Pasti donk, mana sih yang nggak pengin sarang burungnya dimasukin burung. ” canda dia.

“Apalagi sarangnya sudah kosong lama ya Mbak..?” godaqu.

“Pasti enak kok kalau udah lama. ” jawab dia. Sesudah kami semua rapih, Mbak Cindy aqu antar pulang dengan tetap berdekapan, dia tertidur di dadaqu, tangan kiri aqu untuk mendekap dia dan tangan kanan aqu untuk pegang stir. Cerita Dewasa Terbaru

Sesampainya di rumah MBak Cindy, cuaca masih gerimis. Mbak Cindy menawarkan untuk mampir sebentar di rumah.

“Vi, masuk dulu yuk..! Aqu buatkan kopi hangat kesukaanmu. ” ajak Mbak Cindy.

“Oke dech, aqu parkir dulu mobilnya ya..?”

Sampai di dlm rumah Mbak Cindy, ternyata Tarno tidak ada. Menurut Bi Inah, pembantu Mbak Cindy, katanya Tarno hari ini tidak pulang, sebab diminta atasannya dinas ke luar kota.

“Vi, ternyata Tarno malam ini nggak pulang. Kamu tidur aja disini, di kamar Tarno. ” pinta Mbak Cindy sambil senyum penuh arti. Aqu tahu kemana arah pembicaraan Mbak Cindy.

“Nggak mau kalau tidur di kamar Tarno, aqu taqut sendirian. ” godaqu.

“Emangnya taqut sama siapa..?”

“Ya taqut kalau Mbak Cindy nanti nggak nyusul ke kamarku. “

“Ssstt..! Jangan keras-keras, nanti ada yang denger. ” Mbak Cindy cemberut, taqut kalau ada yang dengar.

“Ya udah, aqu tidur sendiri di kamar Tarno, kalau nanti malam aqu dimakan semut, jangan heran lho Mbak..!” aqu pura-pura merajuk.

“Nggak usah ribut, mandi sana dulu, nanti malam kalau semua orang udah pada tidur, kamu boleh nyusul aqu ke kamar, nggak aqu kunci kamarku. ” bisik Mbak Cindy pelan.

“Siip dach..!” aqu ceria dan langsung pergi mandi.

Habis mandi, badan aqu terasa segar kembali. Aqu langsung pergi ke kamar, pura-pura tidur. Tetapi di dlm kamar aqu membayangkan apa yang akan aqu laqukan nanti sesudah berada di kamar Mbak Cindy.

Aqu akan bercinta dengan orang yang sudah bertahun-tahun aqu idamkan. Jam di kamar aqu menunjukkan pukul 12:30 malam. Kudengarkan kondisi di luar kamar sudah kelihatan sepi. Tidak terdengar suara apapun. TV di ruang keluarga juga sudah dimatikan Bi Inah kira-kira jam 11 tadi.

Bi Inah adalah orang yang terakhir nonton TV sesudah acara Srimulat yang merupakan acara kegemaran Bi Inah.

Untuk mempelajari suasana,gairahsex.com aqu keluar pura-pura pergi ke kamar mandi. sesudah benar-benar sepi, aqu mengendap-endap masuk ke kamar Mbak Cindy. Lampu di kamar Mbak Cindy remang-remang. Mbak Cindy tidur telentang dengan mengenakan daster tipis yang semakin memperindah lekuk tubuh Mbak Cindy.

Tubuh Mbak Cindy yang mungil tapi padat berisi, terlihat tampak sempurna dibalut daster tersebut. Dengan tidak sabar aqu dekap tubuh Mbak Cindy yang sdang telentang bagaikan landasan yang sdang menunggu pesawatnya mendarat. Mbak Cindy aqu dekap hanya tersenyum sambil berbisik,

“Sudah nggak sabar ya..?”

“Ya Mbak, perasaan waktu kok berjalan pelaan sekali..”Aqu cium belakang telinganya yang mungil dan ranum, setelah itu ciuman aqu bergeser ke pipinya dan akhirnya ke bibirnya yang mungil dan juga ranum. Kedua tangan Mbak Cindy mendekap erat di leher aqu. Tangan aqu yang kiri aqu letakkan di bawah kepala Mbak Cindy untuk merangkulnya.

Sdangkan tangan kanan aqu gunakan untuk membelai dan melingkari sekitar susunya. Dan dengan perlahan dan lembut, telapak tangan aqu gunakan untuk meremas-remas lingkaran luar toketnya, dan ternyata Mbak Cindy sudah tidak memakai BH lagi.

Erangan-erangan lembut Mbak Cindy mulai keluar dari bibirnya, sdangkan kedua kakinya bergerak-gerak menandakan birahinya mulai timbul. Remasan-remasan tanganku di seputar susunya mendapatkan reaksi balasan yang cukup baik, sebab kekenyalan susu Mbak Cindy kelihatan semakin bertambah. cerita bokep janda

Tangan kanan aqu geserkan ke bawah, sebentar mengusap perutnya, beralih ke pusarnya, dan akhirnya aqu gunakan untuk mengusap kewanitaannya. Ternyata Mbak Cindy juga sudah tidak memakai CD, sesampai kemaluannya yang bulat dan mononjol, serta kelembutan rambut kemaluannya dapat aqu rasakan dari luar dasternya.

Kedua kakinya semakin melebar, memberikan kesempatan seluas-luasnya tangan aqu untuk membelai-belai kewanitaannya. Ciuman aqu beberapa saat mendarat di bibirnya, setelah itu aqu alihkan turun ke lehernya, ke belakang telinganya dan akhirnya turun ke bawah, melewati celah di bukit kembarnya.

Aqu ciumi lingkaran luar bukit kembarnya, sebelum akhirnya menyiumi puting susunya yang sudah mengacung. Saat lidah aqu menyium sampai ke putingnya, nafas Mbak Cindy kelihatan mengangsur, menunjukkan kelegaan.

“Uuuccghh.. Allvii..!”Tali daster yang menggantung di pundaknya, aqu pelorotkan sesampai menyembullah kedua bukit kembarnya yang kenyal, dengan kedua putingnya yang sudah mengacung dan tegang.

Aqu ciumi sekali lagi kedua bukit kembarnya, dan aqu jilati putingnya dengan lidah. Sementara kedua jari dari tangan kanan aqu secara bersamaan membelai-belai kedua selangkangannya, yang terkadang diselingi dengan usapan kemaluan luarnya dengan telapak tangan kanan aqu.

Belaian ini memberikan kehangatan di bibir kewanitaannya, selain untuk meningkatkan rasa penasaran liang senggamanya. Jari tengah aqu gunakan untuk mebelai-belai bibir luar kemaluannya yang sudah sangat basah. Aqu usap klitorisnya dengan lembut dan pelan dengan menggunakan ujung jari, membuat Mbak Cindy semakin menikmati belaian lembut klitorisnya.

Bibir kewanitaannya semakin merekah dan semakin basah. Lidahku masih menari-nari di kedua putingnya yang semakin keras, jilatan lidah aqu memberikan sensasi yang kuat bagi Mbak Cindy. Terbukti dia semakin erat meremas rambut aqu, deru nafasnya semakin memburu dan lenguhannya semakin kencang.

“Uuuccgghh.. Aaallvii.. uugghh.. eennaaggkk..”Aqu jilati kedua putingnya kanan dan kiri bergantian, sambil meremasi dengan lembut tetapi sedikit menekan kedua susunya dengan kedua tangan aqu. Sesudah aqu puas menciumi susunya, ciuman aqu geser ke arah perutnya, aqu jilati pusarnya, kembali Mbak Cindy sedikit menggelinjang, mungkin sebab kegelian.

Ciuman terus aqu geser ke bawah, ke arah pahanya, turun ke bawah betisnya, terus naik lagi ke atas pahanya, setelah itu ciuman aqu arahkan ke rambut kemaluannya yang lebat. Mendapat ciuman di rambut kemaluannya, kembali Mbak Cindy menggelinjang-gelinjang.

Aqu buka bibir kemaluannya yang merekah, aqu ciumi dan jilati seputar bibir kewanitaannya, terus lidah aqu diusapkan ke klitorisnya, dan bergantian aqu gigit, terkadang aqu hisap klitorisnya.

Setiap sentuhan lidah aqu menjilat pada klitorisnya, tangan Mbak Cindy menjambak rambut aqu. Kepalanya menggeleng-geleng, dengan dada yang dibusungkan, kedua kakinya mendekap erat leher aqu, dan kicaunya semakin tidak karuan,

“Uuuccgghh.. Aaallvvii.. uughh.. ggeellii.. uuff.. ggeellii.. seekkaallii..”Cairan yang keluar dari kemaluannya semakin banyak, bau khas liang senggamanya semakin kuat menyengat. Rintihan, lenguhan yang keluar dari mulut Mbak Cindy semakin kacau.

Gerakan-gerakan tubuh, kaki dan gelengan-gelengan kepala Mbak Cindy semakin kencang. Dadanya tiba-tiba dibusungkan, kedua kakinya tegang dan menjepit kepala aqu. Aqu mengerti kalau saat ini detik-detik orgasme akan segera melanda Mbak Cindy.

Untuk memberikan tambahan sensasi kepada Mbak Cindy, maka kedua putingnya aqu usap-usap dengan kedua jari tangan, dengan mulut tetap menyedot dan menghisap klitorisnya, maka tiba-tiba,

“Aaauughh.. Aallvvii aakk.. kkuu.. kkeelluuarr.. Aaacchh..!”Aqu tetap menghisap klitorisnya. Dan dengan nafas masih terengah-engah, Mbak Cindy bangun dan duduk.

“Ayo Alvi.., gantian kamu tidur aja telentang..!” kata Mbak Cindy sambil menidurkan aqu telentang.

Gantian Mbak Cindy telungkup di samping aqu. Tangannya yang lembut sudah mulai mengelus-elus batang kemaluan aqu yang sudah sangat tegang.

Mulutnya yang mungil mencium bibir, terus turun ke puting. Aqu merasa sedikit kegelian saat dicium puting aqu.

Mulutnya terus turun mencium pusar, dan akhirnya aqu rasakan ada rasa hangat, basah dan sedikit sedotan sudah menjalar di rudal aqu. Ternyata Mbak Cindy mulai mengocok dan mengulum kejantanan aqu. Mbak Cindy mengulumnya dengan penuh nafsu. Matanya terpejam tetapi kepalanya turun naik untuk mengocok rudal aqu.

Kepala kemaluan aqu dijilatinya dengan lidah. Tekstur lidah yang lembut tapi sedikit kasar, membuat seakan ujung jari kaki aqu terasa ada getaran listrik yang menjalar di seluruh kepala. Jilatan lidah di kepala rudal memang sangat enak. Aliran listrik terus menerus menjalar di sekujur tubuh aqu.

Kepala Mbak Cindy yang naik turun mengocok kejantanan aqu yang aqu bantu pegangi dengan kedua tangan. Kocokannya semakin lama semakin kuat, dan hisapan mulutnya seakan meremas-remas seluruh batang keperkasaan aqu.

Seluruh pori-pori tubuh aqu seakan bergetar dan bergolak. Getaran-getaran yang menjalar dari ujung kaki dan dari ujung rambut kepala, seakan mengalir dan bersatu menuju satu titik, yaitu ke arah rudal keperkasaan aqu.

Getaran-getaran tersebut makin hebat, akhirnya kemaluan aqu menjadi seolah tanggul yang menahan air gejolak. Lama-lama pertahanan kemaluanku seakan jebol, dan tiba-tiba aqu menjerit.

“Mmmbbakk Ningggruumm.. aaggkkuu kkelluuaarr..!”Mendengar aqu mengerang mau keluar, mulut Mbak Cindy tidak mau melepaskan batang kejantanan aqu, tetapi malah kulumannya dipererat. Mulut Mbak Cindy menyedot-nyedot cairan yang keluar dari rudal aqu dengan lahapnya, seakan tidak boleh ada yang tersisa.

Batang kemaluan aqu dihisap-hisapnya seakan menghisap es lilin. Sensasinya sungguh sangat dahsyat. Ternyata Mbak Cindy sangat ahli dlm permainan oral. Nafas aqu sedikit tersengal, badan sedikit lemas, sebab seakan-akan semua cairan yang ada di tubuh, mulai dari ujung kaki sampai dengan kepala, habis keluar tersedot oleh Mbak Cindy. Mbak Cindy tersenyum puas sambil menggoda,

“Gimana rasanya..?”

“Waduh.., Mbak luar biasa..” jawabku sambil masih terengah-engah.

“Nggak kalahkan dengan yang muda..?” kata Mbak Cindy dengan berbangga.

“Yaa jelas yang lebih pengalaman donk yang lebih nikmat.” Kami istirahat sejenak sambil minum. Tetapi ternyata Mbak Cindy memang luar biasa. Baru istirahat beberapa menit, tangannya sudah mulai bergerak-gerak di perut, di paha dan di selangkangan aqu, membuat rasa geli di sekujur tubuh.

Tangannya kembali meremas-remasbatang kemaluan aqu. Sebab masih darah muda, maka hanya sedikit sentuhan, kemaluan aqu langsung berdiri dengan gagahnya mencari sasaran. Melihat batang keperksaan aqu dengan cepatnya berdiri lagi, wajah Mbak Cindy kelihatan berseri-seri. Sambil tangannya tetap mengocoknya, kami saling berciuman.

Bibir Mbak Cindy yang mungil memang sangat merangsang semua laki-laki yang melihatnya. Ciuman yang lembut dengan usapan-usapan tangan aqu ke arah putingnya, membuat birahi Mbak Cindy juga cepat naik.

Putingnya seakan-akan menjadi tombol birahi. Begitu puting Mbak Cindy disenggol, lenguhan nafasnya langsung mengencang, kedua kakinya bergerak-gerak, pertanda birahinya menggebu-gebu. Aqu usap liang senggamanya dengan tangan, ternyata liang kenikmatan Mbak Cindy sudah sangat basah.

“Gila bener cewek ini, cepet sekali birahinya.., ” pikir aqu dlm hati. Mbak Cindy menarik-narik punggung aqu, seakan-akan memberi kode supaya senjata rudal aqu segera dimasukkan ke sarangnya yang sudah lama tidak dikunjungi burung pusaka.

“Ayo dong Vi..! Cepetan, Mbak sudah nggak tahan nich..!”Alat vitalku sudah semakin tegang, dan aqu sudah tidak sabar untuk merasakan kemaluan Mbak Cindy yang mungil. Aqu sapukan perlahan-lahan kepala kejantanan aqu di bibir kewanitaannya.

Kelihatan sekali kalau Mbak Cindy menahan nafas, tandanya agak sedikit tegang, seperti gadis yang baru pertama kali main senggama. Sesudah menyapukan kepala rudal aqu beberapa kali di bibir kenikmatannya dan di klitorisnya. Akhirnya aqu masukkan burung aqu ke sarangnya dengan sangat perlahan.

Kedua tangan Mbak Cindy meremas pundak aqu. Kepalanya sedikit miring ke kiri, matanya terpejam dan mulutnya sedikit terbuka sangat seksi sekali, tandanya Mbak Cindy sangat menikmati proses pemasukan batang kejantanan aqu ke liang senggamanya.

Lenguhan lega terdengar saat kepala kemaluanku membentur di dasar liang kenikmatannya. Aqu diamkan beberapa saat rudal aqu terbenam di liang senggamanya untuk memberikan kesempatan kemaluan Mbak Cindy merasakan rudal kenikmatan dengan baik.

Aqu pompakan batang kejantanan aqu ke liang senggama Mbak Cindy dengan metode 10:1, yaitu sepuluh kali tusukan hanya setengah dari seluruh panjang batang kejantanan aqu, dan satu kali tusukan penuh seluruh batang kejantanan aqu sampai membentur ujung rahimnya.

Metoda ini membuat Mbak Cindy merancau tidak karuan. Setiap kali tusukan aqu penuh sampai ujung, aqu kocok-kocokkan kejantanan aqu beberapa lama, akhirnya aqu rasakan kaki Mbak Cindy melingkar kuat di pinggang aqu. Kedua tangannya mencengkram punggung aqu, dan dadanya diangkat membusung, seluruh badannya tegang mengencang, diikuti dengan lenguhan panjang,

“Aaacchh.. aauugghh.. Aallvvii.. aakku.. kkeelluuaa.. aa.. rr..!”Batang kemaluan aqu terasa sangat basah dan dicengkram sangat kuat. Merasakan remasan-remasan pada rudal aqu yang sangat kuat, membuat pertahann aqu juga seakan makin jebol dan akhirnya,

“Ccrroot.. croot.. crrot..!” aqu juga keluar. Sesudah permainan itu, aqu sering melaqukan hubungan seks berkali-kali, bisa seminggu dua kali aqu melaqukan hubungan seks dengan Mbak Cindy. Ternyata nafsu seks Mbak Cindy cukup besar, kalau satu minggu aqu tidak bermain seks dengan Mbak Cindy, pasti Mbak Cindy akan main ke rumah, ataupun sesudah bekerja, dia akan menelpon aqu di kantor untuk meminta jatah.

Aqu melaqukan hubungan seks dengan Mbak Cindy bisa dimana saja, asal tempatnya memungkinkan. Baik di rumah aqu, di rumah dia, di hotel, di mobil, di garasi, di kamar mandi sambil berendam di bath-tub, di dapur sambil berdiri, bahkan aqu pernah bermain seks di atas kap mesin mobil aqu.

Ternyata berhubungan seks itu kalau dengan perasaan agak taqut dan terkadang tergesa-gesa, memberikan pengalaman tersendiri yang cukup mengasyikkan.